Rabu, 16 November 2016

Upaya Pelestarian Sawah

Sawah bagi saya adalah tempat yang penuh kenangan, penuh makna dan penuh dengan cerita. Saya dibesarkan di pematang sawah, bermain di sawah dan makan dari hasil menanam padi di sawah. Sawah, selalu menjadi salah satu tempat yang selalu saya datangi ketika saya pulang ke kampung halaman. Selain aroma “leutak”-nya (lumpur)  yang khas sawah juga memiliki banyak aneka kekayaan alam mulai dari ikan-ikan kecil (endol, burayak, julung-julung), keong-keongan (tutut, kijing, remis de el el), belut dan banyak lagi.
13308645332050295411
Dibanyak tempat keberadaan sawah semakin sedikit saja tergerus oleh keangkuhan beton pondasi bangunan, sedih rasanya menyaksikan sawah-sawah diuruk diratakan dengan begitu angkuhnya. Mungkin mereka yang membumi hanguskan sawah tak lagi peduli dengan kegunaan sawah, tak lagi memikirkan betapa sawah sangat berguna untuk kehidupan mereka.
Sawah selain menghasilkan sumber karbohidrat utama bangsa indonesia yaitu beras, juga menghasilkan sumber protein hewani seperti belut, ikan, keong-keongan dan lain-lain. Jadi betapa bermanfaatnya sawah bagi kehidupan kita. Masih kita tega membumi hanguskan sawah?
Saya bersyukur di Kampung saya keberadaan sawah masih dilindungi dan dilestarikan oleh warganya. Menjaga dan melindungi sawah berarti ikut menjaga lingkungan, ikut melestarikan bumi. Alasannya sederhana, tidak akan ada sawah tanpa ada air. Dan air akan selalu tersedia ketika mau melestarikan alam sekita kita, seperti menanam pohon, menjaga sungai, dan tidak merusak alam.
Dari itu, mari kita lestarikan sawah. Lestarikan alam!

Upaya Pelestarian Sungai



Sungai merupakan salah satu sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan dan kebutuhan hidup sehari-hari sudah selayaknya dilakukan berbagai upaya untuk menjaga kelestarian dan kealamiannya. Sungai yang melewati sebagaian besar kota-kota besar di Indonesia kondisinya sangat memperihatinkan.


Tengok saja sungai atau kali ciliwung yang melintasi daerah ibukota DKI Jakarta yang air sungainya sudah hitam legam, berbau tidak sedap dan tidak layak konsumsi. Namun ironisnya masih banyak warga kumuh berpenghasilan rendah di sekitar bantaran kali ciliwung yang masih tetap menggunakan air sungai tersebut untuk mandi, mencuci, dan buang air. Tentu saja hal itu tidak boleh didiamkan begitu saja. Mesti ada tindak lanjut pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh warga masyarakat harus melakukan beberapa upaya untuk melestarikan sungai sebagai berikut :

1. Melestarikan Hutan di Hulu Sungai
Agar tidak menimbulkan erosi tanah di sekitar hulu sungai sebaiknya pohon-pohon atau pepohonan tidak digunduli atau ditebang atau merubahnya menjadi areal pemukiman penduduk. Dengan adanya erosi otomatis akan mambawa tanah, pasir, dan sebagainya ke aliran sungai dari hulu ke hilir yang sehingga menyebabkan pendangkalan sungai.

2. Tidak Buang Air di Sungai atau Kali
Buang air kecil dan air besar sembarangan adalah perbuatan yang salah. Kesan pertama dari tinja atau urin yang dibuang sembarangan adalah bau dan menjijikkan. Ekskresi juga merupakan salah satu medium yang paling baik untuk perkembangan bibit penyakit dari mulai penyakit ringan sampai ke penyakit yang berat dan kronis. Oleh sebab itu janganlah boker dan beser di sembarang tempat.

3. Tidak Membuang Sampah Ke Sungai
Sampah yang dibuang secara sembarangan ke kali akan menyebabkan aliran air menjadi mampet. Selain itu sampah juga menyebabkan sungai cepat dangkal dan akhirnya memicu terjadinya banjir di musim penghujan. Sampah juga membuat sungai tampak kotor, tidak terawat, terkontaminasi, dan lain sebagainya.

4. Tidak Membuang Limbah Rumah Tangga dan Industri
Tempat yang paling mudah untuk membuang limbah industri yang berupa limbah cair adalah dengan membuangnya ke sungai. Namun apakah limbah itu aman dan layak untuk dibuang ke sungai? Hal itu membutuhkan penelitian dan proses perubahan secara kimia yang tentu saja akan menambah biaya operasional perusahaan. Pemerintah melalui kementrian lingkungan hidup telah membuat tata cara serta aturan untuk pembuangan limbah yang benar-benar ketat. Limbah yang dibuang secara asal-asalan tentu saja bisa menimbulkan berbagai gangguan masyarakat mulai dari bau yang tidak sedap, pencemaran terhadap air tanah, gangguan kulit, serta masih banyak lagi gangguan kesehatan lain yang merugikan.

Pelestarian Rawa


Rawa – rawa juga disebut”PembersihAlamiah”, karena rawa – rawa itu berfungsi untuk mencegah polusi atau pencemaran lingkungan alam.
            Di seluruh dunia sangat banyak terdapat rawa.Pada umumnya rawa tersebut mempunyai nilai yang sangat tinggi untuk Negara maupun masyarakat disekitarnya.Seiring dengan perkembangan zaman, lahan rawa banyak yang digunakan sebagai modal dasar pembangunan bangsa.Dan ada juga lahan rawa yang sekarang mulai rusak akibat perbuatan tangan manusia dan muai musnahnya flora dan fauna rawa dikarenakan lemahnya pelestarian ekosistem rawa yang berada disekitar kita.Untuk itu perlunya diadakan pelestarian ekosistem rawa.Pelestarian ekosistem rawa tersebut harus dilakukan sejak dini agar tidak terjadi semakin parah.Yang dilakukan sekelompok orang atau organisasi – organisasi dengan bantuan masyarakat disekitarnya untuk pelestarian disekitar tersebut.
        Dengan adanya eksploitasi yang tinggi terhadap ekosistem rawa, dan dengan adanya anggapan tentang rendahnyanlaiekonomisdarisuaturawamemacuterjadinyakonversiekosistemrawa yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan ekosistem rawa.Sehingga kerusakan ekosistem rawa ini dianggap merupakan suatu hal yang wajar sebagai dampak yang akan muncul akibat kegiatan pengelolaan. Salah satu permasalahan yang saat ini timbul sebagai akibat negative kerusakan ekosistem rawa adalah laju degradasi ekosistem rawa sangat cepat.Untuk menghindari kerusakan lingkungan yang semakin parah dan menjadikan lahan rawa tersebut menjadi produktif lagi, maka perlu diadakan upaya rehabilitasi. Upaya lain untuk meminimalisasi rusaknya eksosistem rawa diperlukan berbagai upaya dengan model pelestarian yang tepat untuk mencapai keberhasilan.
            Berikut ini adalah cara menjaga kelestarian rawa dilingkungan kita : 
1.      Melestarikan hutan disekitar rawa 
2.      Tidak buang air dirawa
3.      Tidak membuang sampah kerawa
4.      Tidak membuang limbah rumah tangga dan industri
       Penangkapan ikan besar-besaran
Penangkapan ikan secara besar-besaran dapat mengakibatkan ikan-ikan tersebut akan terancam punah. Kepunahan ikan-ikan tersebut mengakibatkan lemahnya pelestarian ekosistem rawa.Contoh penangkapan ikan besar-besaran:
ü  Penangkapan ikan dengan jala yang bermata kecil
ü  Penangkapan ikan dengan alat listrik(di setrum)
ü  Penangkapan dengan bahan kimia (peledak)
ü  Penangkapan bibit-bibit ikan yang besar-besaran
Upaya yang kita lakukan untuk melestarikan ikan-ikan tersebut dengan cara membudidayakan ikan-ikan tersebut, sehingga akan mengurangi kepunahanya ikan tersebut.

Upaya Pelestarian Danau

Upaya Melestarikan Danau

Upaya Pelestarian Danau

Cara melestarikan danau adalah :
1. Jangan membuang sampah dan limbah sembarangan


2. Jangan jadikan danau sebagai toilet raksasa

3. Batasi budidaya keramba apung

4. Batasi kuota penangkapan ikan

5. Batasi daerah pemancingan

6. Batasi yang lalu lalang diatas air danau
7. Jagalah hutan disekitar danau dan tidak ditebang
8. Gunakan air danau yang tidak berlebihan
9. Membuat festival budaya dalam upaya pelestarian danau

Cara Pelestarian Hutan MANGROVE

PENGERTIAN HUTAN MANGROVE

Hutan Mangrove atau disebut juga hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun di sekitar muara sungai di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari hulu.
Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran yang mengakibatkan kurangnya aerasi tanah; salinitas tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses adaptasi dan evolusi.

Manfaat dan fungsi hutan mangrove secara fisik antara lain:

• Penahan abrasi pantai.
• Penahan intrusi (peresapan) air laut ke daratan.
• Penahan badai dan angin yang bermuatan garam.
• Menurunkan kandungan karbondioksida (CO2) di udara (pencemaran udara).
• Penambat bahan-bahan pencemar (racun) diperairan pantai.
Manfaat dan fungsi hutan bakau secara biologi antara lain:
• Tempat hidup biota laut, baik untuk berlindung, mencari makan, pemijahan maupun pengasuhan.
• Sumber makanan bagi spesies-spesies yang ada di sekitarnya.
• Tempat hidup berbagai satwa lain semisal kera, buaya, dan burung.
Manfaat dan fungsi hutan bakau secara ekonomi antara lain:
• Tempat rekreasi dan pariwisata.
• Sumber bahan kayu untuk bangunan dan kayu bakar.
• Penghasil bahan pangan seperti ikan, udang, kepiting, dan lainnya.
• Bahan penghasil obat-obatan seperti daun Bruguiera sexangula yang dapat digunakan sebagai obat penghambat tumor.
• Sumber mata pencarian masyarakat sekitar seperti dengan menjadi nelayan penangkap ikan dan petani tambak.



Pemecahan Masalah Rusaknya Mangrove
            Untuk konservasi hutan mangrove dan sempadan pantai, Pemerintah R I telah menerbitkan Keppres No. 32 tahun 1990. Sempadan pantai adalah kawasan tertentu sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai, sedangkan kawasan hutan mangrove adalah kawasan  pesisir laut yang merupakan habitat hutan mangrove yang berfungsi memberikan perlindungan kepada kehidupan pantai dan lautan. Sempadan pantai berupa jalur hijau adalah selebar 100 m dari pasang tertinggi kea rah daratan.

            Upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki dan melestarikan hutan mangrove antara lain:

1. Penanaman kembali mangrove sebaiknya melibatkan masyarakat. Modelnya dapat masyarakat terlibat dalam pembibitan, penanaman dan pemeliharaan serta pemanfaatan  hutan mangrove berbasis konservasi. Model ini memberikan keuntungan kepada masyarakat  antara lain terbukanya peluang kerja  sehingga terjadi peningkatan pendapatan masyarakat.

2. Pengaturan kembali tata ruang wilayah pesisir: pemukiman, vegetasi, dll. Wilayah pantai dapat diatur menjadi kota ekologi sekaligus dapat dimanfaatkan sebagai wisata pantai (ekoturisme) berupa wisata alam atau bentuk lainnya.

3. Peningkatan motivasi dan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan mangrove secara bertanggungjawab.

4. Ijin usaha dan lainnya hendaknya memperhatikan aspek konservasi.

5. Peningkatan pengetahuan dan penerapan kearifan local tentang konservasi

6. Peningkatan pendapatan masyarakat pesisir

7. Program komunikasi konservasi hutan mangrove

8. Penegakan hukum

9. Perbaikkan ekosistem wilayah pesisir secara terpadu dan berbasis masyarakat. Artinya dalam memperbaiki ekosistem wilayah pesisir masyarakat sangat penting dilibatkan  yang kemudian dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Selain  itu juga mengandung pengertian bahwa konsep-konsep lokal  (kearifan lokal) tentang ekosistem dan pelestariannya perlu ditumbuh-kembangkan kembali sejauh dapat mendukung program ini. 

Lingkungan Alam dan Buatan

ngkungan Alam dan Buatan
Lingkungan Alam dan Buatan di Lingkungan sekitar kita
Kalau berada di luar kota, kita dapat melihat bebas alam ini. Kita bisa melihat gunung. Gunung menjulang tinggi berwarna kebiru-biruan. Kita bisa melihat sungai. Sungai yang berkelok-kelok. Kita bisa menyaksikan pula sawah yang subur. Kebun yang banyak buahnya.
Simak cerita berikut!
Keluarga Pak Joni tinggal di pinggir kota. Lingkungan sekitar rumahnya nyaman. Halaman rumah luas, udaranya segar. Dari depan rumah terlihat puncak gunung. Puncak gunung terlihat biru. Sungguh pemandangan yang indah. Setiap pagi Adi pergi ke sekolah. Jalan menuju sekolah beraspal. Pinggir jalan terdapat sungai. Sungai itu jernih airnya. Di tepi sungai, tumbuh pohon-pohon. Lingkungan di sekitar rumah Pak Joni sangat indah.
Apa perbedaan lingkungan alam dengan lingkungan buatan? Lingkungan alam merupakan lingkungan yang ada dengan sendirinya. Lingkungan alam diciptakan oleh Tuhan. Contoh: gunung, danau, sungai, hutan, pulau, dan laut. Sedangkan lingkungan buatan merupakan lingkungan yang dibuat oleh manusia. Lingkungan buatan dibuat untuk keperluan manusia.
Contoh: waduk, kolam, sawah, kebun, jalan, bangunan, stasiun, dan rumah sakit.
Manfaat Lingkungan Alam Dan Buatan
1. Manfaat Lingkungan Alam
Lingkungan alam diciptakan Tuhan Yang Maha Esa untuk keperluan manusia. Lingkungan alam dapat berupa gunung, sungai, pantai, dan daratan. Manusia memanfaatkan lingkungan alam tersebut untuk memenuhi kebutuhannya. Oleh karena itu, lingkungan alam sangat bermanfaat bagi manusia. Tahukah kamu manfaat lingkungan alam bagi manusia? Manfaat kenampakan alam di sekitar manusia sebagai berikut.
a. Gunung
Gunung merupakan gundukan tanah yang tinggi. Banyak pohon tumbuh di gunung. Sewaktu hujan, akar akan menyerap air. Air hujan diserap di dalam tanah. Sehingga tidak terjadi banjir. Pada waktu musim kemarau, kita tidak akan kekurangan air. Di gunung juga terdapat air terjun dan pemandangan yang indah. Sehingga dapat dijadikan objek wisata. Selain itu, gunung bisa dijadikan objek pendakian bagi pencinta alam.
b. Sungai
Sungai merupakan tempat air mengalir. Sungai dapat digunakan manusia, misalnya untuk mandi dan mencuci. Sungai dapat juga digunakan untuk mengairi sawah. Biasanya dinamakan dengan irigasi. Di sungai, orang dapat juga memelihara ikan. Tahukah kamu jenis-jenis ikan yang biasa dipelihara? Ada ikan lele, ikan mujahir, ikan gurami, dan ikan nila. Pernahkan kamu naik perahu atau kapal? Sungai yang besar bisa dilalui oleh perahu. Sungai yang besar terdapat di Sumatra dan Kalimantan.
c. Pantai
Apakah kamu pernah pergi ke pantai? Apa mata pencaharian penduduk di sekitar pantai? Penduduk pantai sebagian besar bekerja sebagai nelayan. Nelayan menjual hasil tangkapannya di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). Kamu juga dapat menjumpai tambak di sekitar pantai. Pelabuhan bongkar muat barang dan transportasi antarpulau juga terdapat di pantai. Permukiman penduduk pantai memanjang mengikui garis pantai. Pantai sangat penting bagi penduduk. Kita harus menjaga pantai dari kerusakan. Contoh perbuatan yang dapat kamu lakukan adalah tidak membuang sampah ke laut.
d. Daratan
Bentuk daratan muka bumi beranekaragam. Contohnya lembah, bukit, dan dataran. Lembah adalah cekungan yang lebih rendah daripada daerah di sekitarnya. Pada umumnya, lembah terletak di antara dua bukit atau gunung. Tanah di lembah bersifat subur. Tanah tersebut dimanfaatkan untuk pertanian. Bukit adalah daerah berbentuk kubah dengan ketinggian 200 – 300 m. Bukit dimanfaatkan untuk lahan perkebunan. Pada umumnya kopi, cokelat, dan teh ditanam di perbukitan. Sedangkan dataran adalah daerah yang datar di daratan. Dataran dimanfaatkan manusia sebagai pusat kegiatan. Permukiman penduduk biasanya mengelompok di dataran.
Manfaat Lingkungan Buatan
Bukit adalah daerah berbentuk kubah dengan ketinggian 200 – 300 m. Bukit dimanfaatkan untuk lahan perkebunan. Pada umumnya kopi, cokelat, dan teh ditanam di perbukitan. Sedangkan dataran adalah daerah yang datar di daratan. Dataran dimanfaatkan manusia sebagai pusat kegiatan. Permukiman penduduk biasanya mengelompok di dataran. Lingkungan buatan dibuat oleh manusia. Lingkungan ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan manusia. Berikut ini adalah manfaat lingkungan buatan bagi manusia.
a. Rumah
Tahukah kamu bahan yang dipakai untuk membuat rumah? Rumah ada yang dari batu bata, batu kali maupun bambu. Rumah merupakan tempat kita berteduh. Rumah juga berguna untuk melindungi kita dari binatang buas.
b. Jalan
Tahukah kamu manfaat jalan? Jalan digunakan oleh manusia untuk sarana berpindah
ke tempat lain. Jalan yang baik akan mempermudah kita mencapai
tempat yang kita tuju.
c. Sawah
Sawah banyak terdapat di daerah pedesaan. Sawah berguna bagi manusia. Sawah merupakan tempat menanam padi, jagung, dan palawija.
d. Gedung Sekolah
Gedung sekolah merupakan tempat belajar bagi siswa. Kamu dapat bertemu teman baru di sekolah. Kamu juga bisa mendapat pengetahuan yang banyak di sekolah. Gedung sekolah ada bermacam-macam, misalnya bagi siswa SD, SLTP, dan SMU.
e. Pasar
Apakah di sekitar lingkunganmu ada pasar? Coba kalian sebutkan barang yang dijual di pasar tersebut! Di pasar biasanya dijual banyak barang, misalnya makanan, pakaian, dan alat-alat rumah tangga. Sehingga manusia dapat memenuhi kebutuhannya dengan membeli
barang-barang di pasar. Apakah kamu senang jika diajak ibu pergi ke pasar? Barang apa yang kamu beli di pasar?
3. Perilaku Memelihara Lingkungan Alam dan Buatan
Kalian semua tentu pernah melihat sungai, baik sungai yang besar maupun sungai yang kecil. Sungai termasuk ketampakan alam. Tahukah kalian manfaat sungai? Manfaat sungai banyak sekali seperti yang telah dijelaskan di depan. Agar sungai selalu dapat dimanfaatkan oleh manusia, sungai harus dijaga kelestarian dan kebersihannya. Contoh perilaku yang baik dalam memelihara sungai adalah dengan tidak membuang sampah dan limbah ke sungai, karena dapat mencemari dan mengotori sungai. Selain itu sampah yang dibuang di sungai juga dapat menyebabkan terjadinya bencana banjir.
Selain sungai, ketampakan alam dan buatan yang harus dijaga kelestariannya adalah hutan. Hutan ada yang alami dan ada yang buatan. Hutan alami adalah hutan yang ada dengan sendirinya sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Hutan buatan adalah hutan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai tujuan dan kepentingan hidupnya. Manfaat hutan yang paling utama adalah sebagai tempat penyimpanan air serta mencegah terjadinya bencana banjirdan tanah longsor. Oleh karena itu, kita tidak boleh merusak hutan. Hutan wajib dijaga kelestariannya dengan cara tebang pilih (menebang pohon dengan cara memilih pohon yang lebih tua dan siap untuk ditebang) dan reboisasi. Reboisasi adalah penanaman kembali pohon-pohon di hutan. Sawah merupakan contoh lingkungan buatan yang sengaja dibuat manusia. Petani menanam padi di sawah. Dari menanam padi petani mendapatkan beras yang dimasak menjadi nasi sebagai makanan pokok sehari-hari. Agar dapat memperoleh hasil yang maksimal petani harus mengolah lahan pertaniannya dengan baik, seperti penggunaan pupuk yang benar, sistem pengairan yang baik, dan mengolah tanah dengan baik. Usahausaha tersebut merupakan bentuk pemeliharan dan pelestarian lingkungan alam dan buatan

Selasa, 15 November 2016

CARA MELESTARIKAN AIR

Hasil gambar untuk cara menjaga kelestarian air
Air adalah suatu unsur yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia. Dengan air, kita bisa melakukan kegiatan sehari-hari dengan sesuai keinginan kita dan mengkonsumsinya agar tetap hidup. Bahkan bukan hanya manusia saja yang membutuhkan, akan tetapi makhluk hidup sangat butuh terhadap air. Bisa dilihat bahwa sebagian bumi bahkan dalam persentasenya bumi hampir di kelilingi oleh air, sehingga bisa dibilang bahwa air merupakan denyut nadi untuk kelangsungan kehidupan manusia.
Dengan itu, sangat diperlukannya pelestarian air agar tidak menjadi bencana dan mencemari kesehatan makhluk hidup. Berikut akan dipaparkan cara-cara melestarikan air agar dapat menjaga kelangsungan hidup makhluk hidup :
1.Menjaga lingkungan
Dengan menjaga lingkungan, maka air di sekitar kehidupan kita tidak akan mudah tercemar. Sehingga, air yang dipakai dan yang dikonsumsi tidak tercemar dan kotor srta aman untuk digunakan. Sampah-sampah yang ada disungai, diselokan, maupun dijalanan sangatlah berpengaruh bagi kelestarian air yang dikonsumsi bagi makhluk hidup, sebab dapat mencemari air dan mempengaruhi kebersihan air sebelumnya.
2. Mengurangi penggunaan air
Penggunaan air yang digunakan secara boros dan tidak bertanggung jawab akan mengakibatkan kekeringan. Kebiasaan ini sering dilakukan oleh masyarakat seperti mandi yang terlalu lama, lupa untuk mematikan air keran setelah mandi atau memakainya atau juga setelah menyiram bunga dan membersihkan kendaraan. Ini sangat perlu diperhatiakn, karena dengan berbagai kelakuan manusia tersebut akan dapat megurangi jumlah ar dan mengakibatkan kebutuhan air yang sangat tinggi serta menjadi salah satu dampak kekeringan.
3. Membuang sampah pada tempatnya
Seperti halnya menjadi penyebab salah satu bencana banjir dan terjadinya pencemaran air adalah sampah yang ada dimana-mana. Dengan sampah tersebut, maka airpun akan sangat mudah tercemar dan kotor serta dapat menyumbat aliran sungai dan selokan, sehingga dapat merusak kelangsungan hidup manusia dan ruang publik untuk kehidupan dan air akan susah untuk dikonsumsi seperti biasanya.
4. Meminimalisirkan penggunaan bahan kimia
Meminimalkan penggunaaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari merupakan salah satu cara yang sangat tepat untuk melindungi perairan global saat ini. Karena, ketika bahan-bahan kimia yang telah dipakai larut ke dalam air, maka mereka akan dapat merusak ekosistem air tersebut. contohnya saja seperti zat-zat kimia yang ada di air akan dapat menghancurkan alga-alga yang merupakan makanan plankton.
5. Membuang bahan kimia dengan benar
Bahan bahan kimia tersebut sangatlah berbahaya bagi kelestarian air dan merusak lapisan atmosfer di kehidupan ini. Bahan berbahaya seperti cat, oli, oli motor atau bahan kimia lainnya jika di buang dengan sembarangan seperti membuang bahan-bahan tersebut ke dalam sungai atau selokan serta sumber-sumber air akan dapat mencemari air disekitarnya. Dampaknya akan kembali ke manusia itu sendiri. Air akan tercemar dan susah untuk dicari dan dikonsumsi.
6. Mendaur ulang bahan bekas
Barang-barang yang dapat di daur ulang biasanya sering sekali tidak terpikirkan oleh manusia saat ini dan membuangnya sembarangan seperti membuang barang tersebut ke sungai atau ke laut. Contohnya saja seperti botol mineral yang dapat di daur ulang menjadi mainan anak-anak, plastik-plastik bermerek yang bisa di dair ulang menjadi alas atau tas, dan lain-lainnya.
7. Mengadakan penyuluhan
Hingga saat ini, masih banyak masyarakat yang belum sadar akan pentingnya dalam menjaga kelestarian air. Maka dari itu, sangat diperlukan adanya penyuluhan tentang pentingnya menjaga kelestarian air di lingkungan masyarakat saat ini. Hal ini sangat di perlukan agar masyarakat saat ini sadar bahwa air sangatlah penting dalam kehidupan. Penyuluhan-penyuluhan tersebut bisa berupa seminar-seminar tentang pentingnya menjaga kelestarian air. Selain itu, bisa juga dilakukan dengan cara mengajak masyarakat untuk gotong royong dan kerja bakti bersama untuk membersihkan sampah-sampah yang berkeliaran yang dapat mencemari kelestarian air.
8. Mencegah adanya penebangan pohon secara liar
Hal ini sangat perlu di ketahui dan di cegah, sebab dengan adnaya penebaangan poho secara liar atau menebang phon-pohon yang ada dihutan akan mengakibatkan tercemarnya sumber sumber mata air yang ada disekitarnya. Ini akan mengakibatakn simber sumber tersebut akan tercemar dan tidak dapat dikonsumsi lagi oleh makhluk hidup, bahkan akan menimbulkan pengaruh pada kesehatan makhluk hiudp itu sendiri. Selain itu, ekosistem yanng ada disekitarnya akan menjadi tidak seimbang.
9. Mengadakan reboisasi pada hutan
Dengan adanya reboisasi akan mengurangi dampak akibat kerusakan hutan, pohon-pohon tersebut akan terjaga kelestariannya yang juga mempengaruhi kelestarian ekosistem sumber-sumber air yang ada disekitarnya. Sehingga sumber-sumber air terebut tidak tercemar dan berih serta dapat dikonsumsi oleh makhluk hidup.
10. Tidak membuang limbah pabirik sembarangan
Biasanya, pabrik-pabrik yang berada di sekitar perairan seperti sungai, danau dan laut, akan membuang limbah pabriknya ke perairan tersebut. ini akan menyebabakan pencemaran airw akan terjadi. Air sungai dan laut akan menjadi kotor dan tercemar, sehingga tidak dapat di pakai lagi oleh makhluk hidup dan akan lebih mudah menjadi penyebab pemanasan global Setidaknya, jangan membuang limbah-limbah tersebut ke perairan yang ada di dekat pabrik tersebut, karena dapat merusak kelestarian air dan akan berdampak pada masyarakat yang ada di daerah tersebut.
11. Pengecekan saluran pipa air secara rutin
Pengecekan pipa air secara rutin sangatlah penting karena jika pipa-pipa air tersebut bocor dan air-air yang mengalir keluar, maka akan menyebabkan terjadinya pemborosan air. Ini akan mengakibatkan pelestarian air berkurang sehingga nanti akan terjadi kebutuhan air yang sangat tinggi di kalangan masyarakat.
12. Menjaga kestabilitasan ketersedian air bersih di sumber-sumber air
Hal ini sangat dipentingkan dalam menjaga kelestarian air. Dengan menjaga stabilitas ketersediaan air bersih di berbagai sumber-sumber yang mengandung air, makan ketersediaan air tidak berkurang, sehingga masyarakat tidak perlu kebingungan terhadap air bersih karena banyaknya air bersih di sumber sumber yang mengandung air.
13. Menciptakan lingkungan yang asri
Dengan lingkungan yang asri, maka lingkungan di sekitarnya dan ekosistem di sekitarnya akan terjaga dengan baik. Perairan pun tidak mudah untuk tercemar dan bersih. Dalam menciptakan lingkungan yang asri tersebut, bisa dilakukan melalui rumah kita sendiri. Lingkungan rumah yang asri akan menciptakan fungsi lingkungan hidup tersebut menjadi bersih, begitu juga dengan sektor air yang dipakai dan dikonsumsi. Pemakaian air untuk kegiatan sehari-hari menjadi bersih dan pengkonsumsian air menjadi bersih dan tidak tercemar akibat lingkungan rumah yang indah dan bersih.
14. Menggunakan shower ketika mandi
Ketika mandi, sebaiknya menggunakan shower atau hal hal yang tidak mengakibatkan pemborosan air. Hal ini sangat perlu diperhatikan bagi kalangan masyarakat yang biasanya mandi dengan cara berendam. Dengan berendam, maka air yang dipakai untuk berendam tersebut akan terbuang sia-sia, sehingga terjadinya pemborosan air dan mengurangi kelestarian terhadap air.
15. Tidak mengambil air sumur secara berlebihan
Masyarakat saat ini ketika mengambil atau menggunakan sumur-sumur yang ada seperti sumur resapan, mereka mengambilnya secara sangat berlebihan tanpa memikirkan betapa pentingnya dalam menghemat sumber air yang memberikan manfaat sumur resapan. Sebab, jika air bersih yang ada di sumur-sumur tersebut dikuras atau diambil secara berlebihan, maka sumber air tersebut akan berkurang dan kering, sehingga akan terjadinya kekeringan air dan masyarakat akan kebingungan dalam mencari air bersih